KIEV - Seorang mahasiswa di Ukraina tewas setelah menguyah permen karet. Diyakini permen karet itu meledak karena dicampurkan bahan kimia.
Mahasiswa 25 tahun jurusan kimia itu sedang berada di rumahnya di Konotop saat para tetangga mendengar ledakan.
Mendengar suara ledakan, para tetangga langsung melihat ke lokasi, dan memukan pria yang disembunyikan identitasnya itu telah tewas. Sebagian wajah tampak rusak akibat ledakan.
Kantor berita Rusia RIA Novosti, Rabu (9/12/2009), melaporkan berdasarkan hasil tes forensik ditemukan bahan kimia yang diduga merupakan jenis bahan peledak, menyelimuti permen karet yang dikunyah pria tersebut.
Berdasarkan analisa awal, mahasiswa itu tampaknya menyelupkan permen karet ke dalam asam sitrat. Selain itu polisi juga menemukan bahan kimia dekat mayat.
Penyelidik meyakini mahasiswa itu mencampurkan dua bahan kimia yang belum teridentifikasi secara pasti itu sehingga menyebabkan ledakan.
Kesalahan program dalam software bukanlah hal yang boleh diremehkan. Dampaknya dapat menjadi begitu besar, seperti meledaknya roket, bursa saham jatuh dan bahkan menciptakan perang dunia ketiga. Berikut adalah daftar bencana terbesar yang pernah terjadi yang diakibatkan oleh kesalahan
Quote:
1. Roket Mariner I (1962). Roket ini keluar dari jalur peluncuran dan hancur.
Penyebabny: programmer lupa menuliskan kode overbar.
Quote:
2. Satelit Eole I (1971). Satelit milik Prancis ini jatuh dengan membawa 72 balon cuaca.
Penyebab: permintaan untuk mengirim data pengukuran diterjemahkan keliru oleh software sebagai perintah self-destroy.
Quote:
3. Satelit Nimbus 7 (1978). Sateli ini mengabaikan lubang ozon di atas Antartika.
Penyebab: software analisis menganggap nilai yang tidak lazim sebagai kesalahan dalam pengukuran dan kemudian mengoreksinya.
Quote:
4. Reaktor Atom (1979). Lima reaktor atom Amerika tidak berfungsi karena software memberikan nilai yang keliru untuk pengukuran kekuatan gempa bumi.
Penyebab: program melakukan penjumlahan yang seharusnya menghitung akar dari jumlah kuadrat.
Quote:
5. Gas Pipeline (1982 Top Secret). Pipa gas di Siberia meledak akibat over-pressure.
Penyebabnya: Uni Sovyet membeli sebuah program kendali yang telah dimanipulasi oleh Amerika Serikat.
Quote:
6. Perang Dunia Ketiga (1983). Sebuah satelit Sovyet melaporkan adanya lima roket inter kontinental. Kolonel Petrow kemudian melihatnya sebagai ancaman walau ternyata keliru.
Penyebab: software mengartikan pantulan cahaya sebagai roket musuh.
Quote:
7. Therac 25 (1985-1987). Alat rontgen menewaskan banyak pasien akibat dosis sinar yang berlebihan.
Penyebab: software hanya dapat melakukan beberapa tugas sekaligus dengan baik apabila pengguna memberikan perintah secara perlahan.
Quote:
8. Wallstreet (1987). Bursa jatuh menimbulkan kerugian harian sebesar 22,6 % atau 500 milliar dollar.
Penyebab: software bursa tidak cukup cepat memproses order pembeli saham. Akibatnya terjadi kepanikan dalam transaksi.
Quote:
9. USS Vincennes (1988). Kapal perang AS ini menembak sebuah pesawat penumpang Airbus milik Iran, 290 penumpang tewas.
Penyebab: sistem “Aegis” seharga 400 juta dollar melaporkan Airbus tersebut sebagai “assumed hostile”. Para crew kemudian menduga ada serangan pesawat tempur.
Quote:
10. AT & T (1990). Software telepon baru memaksa semua sentral swithching masuk ke dalam reset mode secara berantai. Oleh karena itu, telepon tidak dapat digunakan selama sembilan jam.
Penyebab: keliru menggunakan perintah “break”.
Quote:
11. Patriot (1991). Sistem senjata pertahanan ini gagal menghadang roket Scud. Akibatnya 28 tentara tewas.
Penyebab: kesalahan konversi dalam menghitung waktu. Nilai bertambah besar apabila sistem bekerja lebih lama.
Quote:
12. Denver Airport (1995). Sistem bagasi full-automatic baru ini tidak bekerja.
Penyebab: terlalu banyak perintah yang kompleks sehingga software overload.
Quote:
13. Ariane 5 (1996). Roket ini keluar dari jalur dan meledak.
Penyebab: overflow saat mengonversi sebuah nilai floating 64 bit dalam software “Ariane 4″.
Quote:
14. Mars Climate Orbiter (1999). Penjelajah ini terbakar di atsmofir Mars.
Penyebab: instrumen mengukur power satuan pound Inggris, sedangkan software NASA menggunakan satuan Newton.
Quote:
15. Mars Polar Lander (1999). Penjelajah ini jatuh ke Mars dengan kecepatan 80 km/jam dan hancur.
Penyebab: software mengartikan perintah untuk mengeluarkan kaki pendaratan sebagai status telah mendarat sehingga mematikan mesin.
Quote:
16. Blackout (2003). Lantaran jaringan overload, listrik untuk 50 juta rumah tangga di AS dan Canada padam.
Penyebab: fungsi alarm dalam software menajemen listrik tidak bekerja.
Quote:
17. Hartz IV (2004). Ratusan ribu penerima “Hartz IV” tidak memperoleh uang.
Penyebab: software mengisi nomor rekening penerima dari halaman yang salah sehingga diisi dengan nol.
Quote:
18. Airbus A380 (2005). Jet raksasa ini memakan biaya 5 milliar Euro lebih besar dan penyelesaiannya terlambat.
Penyebab: para designer pesawat ini menggunakan versi CAD-Software CATIA yang berbeda-beda satu sama lainnya.
Quote:
19. BNP Paribas (2009). Software milik Bank ini menjarah 10 ribuan rekening nasabahnya dengan melakukan 600.000 transaksi berkali-kali.
Penyebab: belum diketahui.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2515717
Kebakaran mengerikan di sebuah diskotik/night club The Lame House Night Club di Perm Russia menewaskan 112 orang. Kebakaran bermula saat sebuah kembang api yang berada di ruangan dinyalakan dan menyambar langit-langit yang terbuat dari kayu dan jerami. Api segera menyambar cepat dan asap beracun memenuhi ruangan. Bahan yang terbuat dari plastik meleleh dan mengenai sejumlah orang.
Pengunjung pun berdesakan menuju satu-satunya pintu keluar. Akibatnya ratusan orang yang berada di dalam ruangan tewas mengenaskan. Kebanyakan korban akibat luka bakar dan menghirup gas karbonmonoksida.
Anda dapat membayangkan, nightclub berkapasitas 300 orang itu hanya memiliki satu pintu saja.
Pemilik diskotik tersebut, Anatoly Zak dan Svetlana Yefremova telah ditangkap dan keduanya terancam hukuman penjara hingga 7 tahun. Empat tersangka lain juga ditangkap akibat tragedi ini. Mereka dituduh lalai membiarkan sebuah kembang api berdaya pancar tinggi dinyalakan di dalam ruangan tertutup (lihat rekonstruksi animasi pada video ke 2). Padahal kembang api model serupa biasanya dinyalakan di arena terbuka karena daya pancar percikan apinya dapat mencapai 5 meter lebih.
Menanggapi tragedi maut ini, Presiden Rusia Medvedev mengutuk keras pemilik klub yang mengabaikan standar keselamatan sambil menuduhnya tidak memiliki otak dan hati nurani. Dia memerintahkan agar mereka yang menjalankan klub dihukum berat atas kelalaiannya.
Diskotik M-City Medan
Tragedi di Rusia ini hampir bersamaan dengan terjadinya kebakaran diskotik M-City di Medan, Sumatera Utara yang menewaskan 20 orang.
Tetapi saya tidak tahu pasti ada berapa pintu keluar diskotik tersebut hingga menyebabkan begitu banyaknya korban berjatuhan. Namun yang pasti, standar keamanan sebuah tempat hiburan agaknya memang perlu dikaji ulang dan diperiksa lagi secara cermat.
Sedikit informasi yang saya dapatkan hanyalah jendela diskotik M-City tersebut dilapis dengan teralis besi, sehingga mereka yang terjebak di dalam ruangan tidak dapat keluar melalui jendela. Apakah ini merupakan sebuah kelalaian dari pemilik diskotik M-City tersebut dan memungkinkannya untuk terancam pidana atas kelalaiannya ini? Entahlah.
Di samping itu, tanpa bermaksud mengecilkan peran penting regu pemadam, seperti terlihat di tayangan televisi, mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan pun tidak menggunakan tangga untuk memadamkan api. Tampak regu pemadam hanya menyemprotkan air dari posisi di mobil dan tidak menggunakan tangga agar sejajar dengan lokasi lantai yang terbakar.
Peringatan Jelang Tahun Baru 2010
Tragedi yang terjadi di Perm dan Medan tersebut hendaknya menjadi pelajaran kepada kita semua, khususnya para pemilik tempat hiburan yang dapat menampung ratusan orang. Standar keamanan yang memadai hendaknya lebih diperhatikan demi keselamatan pengunjung jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Apalagi dalam beberapa hari ini akan terjadi pergantian tahun. Tentunya banyak tempat hiburan menjadi pilihan orang untuk merayakannya. Dengan menyimak tragedi di Rusia (dan Medan), maka buatlah lebih dari satu pintu keluar demi keamanan.
Dan jangan sekali-kali menyalakan kembang api di dalam ruangan: SANGAT BERBAHAYA.
BaNi MusTajaB
Mudah-mudahan kita akan meninggal dalam keadaan yang baik, amiin...
Sumber http://gus7.wordpress.com/2009/12/06/detik-detik-kebakaran-diskotik-di-perm-rusia-video/